Latest Articles


Porisman



 

Cerita awalnya dulu pada tahun 60an SMA 1 - 6 mengadakan kegiatan pertandingan olahraga dan pentas seni antar SMA yang bernama PORISMAN. Terhenti karena sesuatu dan lain hal, Kegiatan tersebut tidak berlanjut namun menginspirasi pemerintah untuk membuat PORSENI. Nah ternyata setelah sekian lama, para atlet dan pendukung PORISMAN "KANGEN" akan kompetisi tersebut. Akhirnya diadakanlah kegiatan REUNI PORISMAN yg diikuti oleh akang teteh alumni SMA 1 - 6 angkatan dekade 60an.

Kegiatan Reuni Porisman saat ini sudah memasuki tahun ke-6, dan pesertanya untuk tahun ini yang paling muda adalah angkatan 75 atau usia minimal 60 tahun. Pengurus Ikasma3bdg dan angkatan yang muda-muda ikut mendukung akang teteh senior ini dengan mendampingi saat latihan dan juga mendukung menjadi BOBOTOH saat kompetisi nanti. Tercatat sekitar 700 alumni SMA 3 dari berbagai angkatan akan ikut hadir sebagai atlet dan juga bobotoh.

Hayu silaturahmi dan sama sama meramaikan kegiatan Reuni Porisman VI dan mendukung kontingen alumni SMA 3 Bandung untuk mempertahankan gelar juara umum Reuni Porisman.

The story was originally in the 60s SMA 1 - 6 held a sporting event and inter-high school art performances called PORISMAN. Stopped because of something and other things, the activity did not continue but inspired the government to make PORSENI. Well it turns out after so long, the athletes and supporters of PORISMAN MISSING the competition. Finally, held REUNI PORISMAN who followed by the alumnus of SMA 1 - 6 grade decade 60an. The Porisman Reunion activity is now entering its 6th year, and its participants for this youngest year are a grade of 75th or a minimum age of 60 years. The Ikasma3bdg board and the young generation joined in support of this senior dance by accompanying the exercises and also supporting being BOBOTOH during the competition. Recorded about 700 SMA 3 alumnus from various year will come as an athlete and also bobotoh. Gathering and equally enliven the activities of Reuni Porisman VI and support the contingent of alumni of SMA 3 Bandung to defend the general title of Reuni Porisman.